Penyakit Trigliserida

Stroke Berkaitan dengan Tingginya Kadar Trigliserida

Untuk pertama kalinya, para peneliti dari Sheba Medical Center di Tel Hashomer Israel mengindikasikan bahwa peningkatan risiko penyakit stroke juga berkaitan dengan kadar lemak darah yang disebut trigliserida.

Para peneliti itu juga mengungkapkan, trigliserida mungkin pula dapat digunakan untuk mengindentifikasi risiko seseorang mengidap stroke iskemik — stroke yang terjadi karena penyumbatan pembuluh darah otak, sehingga aliran darah ke otak terganggu.

Dari riset beberapa tahun lalu para dokter telah mengetahui bahwa obat penurunkan kadar lemak darah seperti kolesterol juga bisa mencegah penyakit stroke. Namun demikian, lanjutnya, hubungan yang lebih tepat antara lemak — khususnya trigliserida — dan stroke belum begitu jelas.

Dalam riset terbaru ini, lebih dari 11 ribu pasien pengidap penyakit jantung koroner yang belum mengalami stroke atau pun transient ischemic attack (TIA) yang biasa juga disebut stroke ringan.

Kadar trigliserida sejak lama memang selalu diukur bersamaan dengan kadar lemak darah lainnya. Namun hingga saat ini jenis lemak itu tidak mendapat perhatian yang cukup serius dalam pencegahan stroke.

Untuk menekan kadar trigliserida, seseorang dapat mengubah gaya hidup dengan cara lebih sehat seperti olahraga, menurunkan berat badan serta diet rendah lemak.

Sementara itu, Asosiasi Jantung Amerika merekomendasikan agar seseorang sebaiknya tetap menjaga batas kadar trigliserida di bawah 150mg/dL. Kadar 150 hingga 199 mg/dL dipertimbangkan sebagai batas yang cukup tinggi, 200 hingga 499 mg/dL termasuk level tinggi dan di atas 500 mg/dL dikategorikan sangat tinggi.

Sekitar 80 persen kasus stroke terjadi akibat tersumbatnya pembuluh darah ke otak, sedangkan 20 persen lainnya disebabkan rusaknya pembuluh darah di otak.

Usia penderita stroke belakangan ini makin muda, yakni sekitar 40 tahun. Tidak jarang beberapa pasien yang terserang stroke baru berumur 32 tahun. Ini juga disebabkan pola makan yang cenderung mengonsumsi makanan siap saji atau fast food tanpa diimbangi dengan olahraga secara rutin. (Rtr/ac)

Testimoni XAMthone Plus Untuk Penyakit Trigliserida

* Nama : Jufri Akatiri
* Asal : Jakarta, DKI Jakarta
* Umur : 38 tahun
* Profesi : Pegawai Negeri Sipil
* Penyakit : Penyakit Trigliserid

Setelah minum XAMthonePlus 6 botol selama 1 bulan penyakit saya sembuh. Saya minum 30 ml setiap pagi dan malam sesudah makan.

* Nama : Masturip
* Asal : Bogor, Jawa Barat
* Umur : 48 tahun
* Profesi : Pegawai Negeri Sipil
* Penyakit : Penyakit Trigliserid

Setelah minum XAMthonePlus 6 botol selama 1 bulan penyakit saya sembuh, dan sekarang minum terus walaupun sudah sehat, karena tidak ada efek samping dan sifat ketergantungan. Hanya 30 ml setiap minum 2 kali sehari.

* Nama : Fahmi Juanda
* Asal : Bantul, Yogyakarta
* Umur : 45 tahun
* Profesi : Pegawai Swasta
* Penyakit : Penyakit Trigliserid

Setelah minum XAMthonePlus 3 botol selama 2 minggu penyakitnya sembuh. Ini luar biasa, karena sebelum-sebelumnya saya selalu ke dokter untuk menyembuhkan penyakit ini. Saya minum 30 ml pagi dan malam sesudah makan.

* Nama : Irianti Mahmud
* Asal : Denpasar, Bali
* Umur : 52 tahun
* Profesi : Pegawai Swasta
* Penyakit : Penyakit Trigliserid

Setelah minum XAMthonePlus 4 botol penyakit saya sembuh dan tidak kambuh lagi, tetapi teman saya sarankan untuk tetap minum walaupun sudah sembuh. Saya biasa minum 30 ml setiap pagi dan malam sesudah makan.

* Nama : Mujono
* Asal : Yogyakarta
* Umur : 60 tahun
* Profesi : Pensiunan Swasta
* Penyakit : Penyakit Trigliserid

Setelah minum XAMthonePlus 9 botol selama 1 bulan lebih dari 12 botol yang saya beli, penyakit itu sembuh dan kini saya bisa jalan kembali. Saya minum 30 ml 3 kali sehari, pagi, siang dan malam. Saya biasa minum sebelum makan. Walaupun sudah sembuh saya tetap minum sampai sekarang, karena tidak ada efek samping dan kandungan kimiawi.

XAMthone Plus – Obat Herbal Penyakit Trigliserida

KLIK DISINI UNTUK BELI XAMTHONE PLUS