Kulit Manggis

Beberapa penelitian menyimpulkan ada korelasi ppositif antara penyakit diabetes melitus tipe 2 dengan antioksidan artinya pasien diabetes melitus akan membaik apabila mengonsumsi antioksidan dlaam jumlah banyak, meskipun mekanismenya belum jelas, tetapi mengingat xanthones dalam kulit manggis kaya akan antioksidan, maka sangat wajar jika ekstrak kulit manggis mampu memperbaiki kondisi penderita diabetes tipe 2. Penyakit kanker meerupakan suatu penyakit disebabkan oleh sel tidak normal yang tumbuh, menyebar, dan berkembang tidak terkendali hingga terkadang menutup sel normal. Kanker bisa disebabkan oleh faktor eksternal (radiasi, rokok, bahan kimia) dan faktor internal (genetic, hormonal, dan kekebalan tubuh). Jenis kanker yang paling banyak diderita pasien adalah kanker paru-paru, payudara, prostat, dan usus.

Xanthones dari kulit manggis dibktikan berpotensi sebagai antikanker dan antitumor pada tikus percobaan. Walaupun secara ilmiah baru dilakukan [ada tikus percobaan, tetapi kenyataan ini telah membukamata para ilmuwan untuk meneliti khasiat ekstrak kulit manggis lebih lanjut secara nyata. Garcinone pada ekstrak kulit manggis mampu mengatasi sel kanker hati, paru-paru, dan lambung. Xanthones pada kulit manggis juga berpotensi sebagai antikanker dan antitumor dan mampu menghambat sel kanker payudara SBKR3. Garcinone E pada ekstrak kulit manggis mampu mengatasi sel kanker hati, paru-paru, dan lambung.

Penelitian di Jepang yang menggunakan enam jenis senyawa dalam xanthones, yaitu a-mangostin, b-mangostin, y-mangostin, mangostinone, garcinon E, dan 6 (2-isoprenyl-1,7-dihydroxy-3-methoxy) xanthones, menyimpulkan bahwa senyawa-senyawa tersebut mampu menghambat pertumbuhan sel leukemia manusia atau HL60 (system model sel kanker pada darah). Namun, dari keenam senyawa tersebut, a-mangostin merupakan senyawa yang paling kuat melawan kanker. Hasil penelitian juga menunjukkan a-mangostin mampu menghentikan pertumbuhan sel darah yang rusak pada kasus leukemia induksi apoptosis. Apoptosis adalah kematian sel yang terprogram.

Penelitian ekstrak kulit manggis menunjukkan mentanol mengatakan bahwa ekstrak tersebut mempunyai efek kuat sebagai antipoliferasi (perkembangbiakan) melawan system modal kanker payudara manusia atau sel SKBR3. Penelitian serupa dilakukan diPortugal, membuktikan bahwa xanthones mampu menghambat perkembangbiakan kanker payudara, ginjal, dan melanoma (kanker kulit).

Selain memiliki sifat antioksidan, xanthones juga memiliki sifat antitrombotik dan antiplatelet (menghambat agregasi platelet). Selain itu, bersifat vasorelaxation (penurun tekanan darah pada dinding pembuluh) yang bersifat protektif terhadap penyakit kardiovaskular (penyakit jantung iskemi dan aterosklerosis), hipertensi, dan thrombosis. Xanthones juga mampu menghambat oksidasi kolesterol, prostaglandin E2, cyclooxygenases-T, dan cyclooxygenases-2 yang merupakan faktor kunci saat terjadi inflamasi atau peradangan. Penelitian lain juga membuktikan bahwa mangostin dalam kulit manggis mampu menurunkan kadarLDL (low density lipoprotein) sehingga tidak mampu mengoksidasi atau menyerang dinding arteri yang menyebabkan atersoklerosis. Penelitian serupa yang dilakukan juga melaporkan bahwa  mangostin yang diisollasi dari Kulit manggis mampu menangkan radikal bebas yang akan mengoksidasi LDL (low density lipoprotein)

This entry was posted in Xamthone Plus and tagged , , , , . Bookmark the permalink.